Minggu, 12 Februari 2012

Menghargai Waktu dan Mencintai Ilmu (Surat Al-Ashr dan Al-'Alaq)


Menuntut ilmu adalah salah satu kewajiban bagi setiap orang Islam selama hayat masih dikandung badan. Gambar di atas menunjukkan kesungguhan para siswa dalam memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu.
Sikap disiplin mutlak diperlukan dalam meraih cita-cita. Selain disiplin, penguasaan terhadap ilmu dan teknologi juga menjadi kunci untuk mencapai tingkat kemajuan. Hanya bangsa yang disiplin serta manguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu mencapai kemajuan. Oleh sebab itu, barang siapa menghendaki kemajuan, ia harus memiliki sikap disiplin dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap umat islam. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa, ditentukan oleh tinggi rendahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki warga negaranya. Oleh karena itu Nabi bersabda
Artinya :
Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap orang muslim”... (HR. Ibnu Majah).

Begitu juga seseorang bila menghendaki sesuatu pekerjaan (urusan) itu sukses, maka kuncinya terletak pada ilmu yang dimilikinya. Sebagaimana sabda Nabi :
Artinya :
Barangsiapa yang ingin menguasai dunia, maka baginya wajib memiliki ilmu, dan barangsiapa yang ingin menguasai akherat, wajib baginya berilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akherat) maka wajiblah baginya memiliki ilmu”.
Dengan ilmu pula Nabi Sulaiman AS. Akhirnya bisa menguasai Ratu Bilqis dengan kerajaan Sabaknya.

SURAT AL-ASHR
TENTANG MENGHARGAI WAKTU
Artinya
1.  Demi masa
2.  Sungguh manusia itu berada  dalam  kerugian
3.  Kecuali orang-orang yang beriman  dan
     mengerjakan kebajikan  serta saling 
     menasehati untuk  kebenaran dan saling menasehati
     untuk kesabaran
Surat Al-Ashr termasuk Surat Makkiyah diturunkan sesudah Surat Alam Nasyrah. Menurut Muhammad Abduh, Asbabun Nuzul Surat Al-Ashr ini adalah berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab yang apabila sore hari duduk bercakap-cakap membicarakan tentang berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pula yang bermegah-megahan asal usul nenek moyang mereka, kedudukan, serta harta kekayaan.Akibat pembicaraan yang tidak jelas arahnya ini, sering terjadi pertikaian dan permusuhan.
Oleh karena itu, sebagian mereka ada yang mengutuk waktu asar, menganggap waktu asar adalah waktu yang celaka, waktu yang naas, banyak bahaya yang terjadi pada waktu asar. Dari kejadian ini Allah menurunkan Surat Al-Ashr, yang menjelaskan tentang kerugian manusia yang menyia-nyiakan waktu asar.


PENJELASAN AYAT
v     Pada ayat 1, Allah swt. Bersumpah dengan menyebut  masa. Masa berarti waktu yang dilalui   manusia,  maksud ayat pertama surat ini adalah  agar rasulullah  dan orang-orang yang beriman  memperhatikan waktu dan memanfaatkan  waktu sebaik-baiknya.
v     Pada ayat 2, menjelaskan bahwa kebanyakan manusia  dalam keadaan merugi. Kerugian yang dialami manusia  ialah bahwa kesempatan didunia tidak  digunakan  sebaik-baiknya.
v     Ayat 3 menjelaskan tentang cara yang harus ditempuh  agar  manusia tidak termasuk orang yang rugi. Pada    ayat  ini ada tiga  syarat agar orang tidak merugi, yaitu beriman  dan beramal saleh, saling   menasihati tentang kebenaran, dan saling menasihati tentang kesabaran.

SURAT AL-ALAQ
TENTANG  MENUNTUT  ILMU
Terjemahan :
1)      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2)      Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3)      Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah,
4)      yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5)      Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Asbabun nuzul Q.S. Al-Alaq adalah berkaitan dengan  turunnya wahyu yang pertama dimana beliau sedang berhalwat di Gua Hira, pada suatu saat, datanglah malaikat Jibril dan memerintahkan agar beliau membaca, tapi beliau tidak bisa membaca, kemudian malaikat kembali berkata, “bacalah!” beliau menjawab, “ aku tidak pandai membaca “ setelah tiga kali beliau menjawab seperti itu, kemudian malaikat membacakan Q.S.Al-Alaq ayat  1 – 5 .

PENJELASAN AYAT
v     Ayat 1, berisi tentang perintah tegas kepada Rasulullah saw untuk membaca. Perintah membaca   berarti  perintah untuk belajar dan menuntut lmu yang  meliputi  ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat   kauniyah.
v      Ayat 2, Allah swt menyatakan bahwa manusia dicipta dari alaqah (segumpal darah) . Lebih lanjut, tentang asal kejadian manusia dijelaskan oleh Allah dalam surat al-Mukminun ayat 12 -14.
Secara rinci asal kejadian manusia melalui proses sebagai berikut :
1.      Penciptaan manusia dimulai dari saripati tanah. Setelah sel telur dibuahi dengan sperma, jadilah nutfah (zigot)
2.      Proses selanjutnya, zigot tersebut menjadi alaqah.
3.      Proses berikutnya, dari alaqah yang menempeldi dinding rahim perempuan berubah menjadi lahma
4.      Lahma kemudian berubah menjadi tulang yang kemudian dibungkus dengan daging, sehingga terbentuklah janin.

v      Ayat 3, yaitu perintah membaca ( belajar ), sebagai  penegasan bahwa Allah Maha Mulia.
v     Ayat 4, menjelaskan bahwa  Allah swtmengajar manusia dengan pena. Pena adalah benda mati dan beku, tapi setelah digunakan manusia dapat dipahami secara jelas oleh orang lain.
v     Ayat 5, menjelaskan bahwa Allah swt mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.

    
4.      Tata cara niat mencari ilmu ( dari Rumah ke Madrasah )
Strategi siswa madrasah, dalam mencari ilmu sebaiknya ditata dengan niat yang baik dan tulis. Adapun tata cara mencari ilmu seorang siswa madrasah adalah :
a.                   Suci dari hadats
b.                  Berangkat ke madrasah berjabat tangan dahulu dengan kedua orang tua.
c.                   Keluar dari pintu rumah membaca lafal niat mencari ilmu
d.                  Sampai dijalan tidak boleh mampir-mampir langsung ke madrasah
e.                   Sebelum pelajaran dimulai membaca doa
f.                    Dengan tenang dan penuh konsentrasi memperhatikan penjelasan guru




B.           Keterkaitan Kandungan Surat Al Ashr dan Al ‘alaq tentang Menghargai Waktu dan Menuntut Ilmu dalam Fenomene Kehidupan
  
Surat Al Ashr membicarakan tentang pentingnya waktu, dan Surat Al ‘Alaq membicarakan tentang ilmu.Oleh karena itu keterkaitan yang dapat kita simpulkan adalah:
1.                  Waktu adalah sangat berharga, jangan sia-siakan waktu untuk kegiatan yang yang tidak berguna
2.                  Untuk dapat menguasai ilmu diperlukan ketekunan, kesabaran, dan keuletan.
3.                  Orang yang tidak dapat menggunakan waktu dengan baik maka ia akan menyesal dikemudian hari.

C.           Menerapkan Kandungan Surat Al Ashr dan Al ‘alaq tentang Menghargai Waktu dan Menuntut Ilmu dalam Fenomene Kehidupan
1.                  Agar kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya
2.                  Tidak bermalas-malasan, agar tidak menyesal nanti.
3.                  Bersemangat dalam belajar, karena dengan ilmu orang akan dihargai orang lain.
4.                  Ilmu adalah lebih utama dari harta, oleh karena itu rela mengeluarkan biaya dalam mencari ilmu.
5.                  Gemar mendatangi majlis ilmu.
6.                  Ilmu agama dan ilmu umum sama-sama penting sehingga semua dipelajari dengan bersunguh-sungguh.
7.                  Mencari teman yang punya semangat dalam mencari ilmu,sehingga memotivasi kita untuk tekun belajar.
8.                  Pandai-pandailah membagi waktu untuk beribadah, belajar, membantu orang tua, dan bermain.
 
Uji kompetensi
Jawablah dengan singkat dan tepat !
  1. Jelaskan asbabun nuzul Q.S. Al-Ashr !
  2. Sebutkan 3 syarat agar manusia tidak dikatakan merugi sebagaimana yang terdapat pada Q.S. Al-Ashr ayat 3!
  3. Jelaskan asbabun nuzul Q.S. al-Alaq !
  4. Sebutkan dua keterkaitan  kandungan Q.S. al-Ashr dan al-Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena  kehidupan!
  5. Sebutkan 3 contoh penerapan  kandungan Q.S. al-Ashr dan al-Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar !

    
   
  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar