Sabtu, 11 Februari 2012

TAMAK TERHADAP HARTA ( QS. Al-Humazah dan At-Takaatsur)

Islam mewajibkan umatnya untuk bekerja mencukupi kebutuhan hidup dengan cara yang benar menurut Ajaran Islam. Dengan bekerja maka manusia akan memperoleh hak milik berupa harta benda. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, harta tersebut  juga harus dimanfaatkan dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.
Salah satu Akhlakul Madzmumah adalah tamak terhadap harta benda. Sifat tamak muncul karena manusia sangat mencintai harta benda. Sebagian manusia cenderung menimbun harta benda untuk kepentingan pribadi sehingga mendorong mereka untuk bersifat tamak.
Di Zaman modern ini manusia cenderung bergaya hidup mewah yang mendorong mereka berlaku konsumtif. Gaya hidup konsumtif menimbulkan sifat tamak yang sangat dibenci Allah SWT, seperti yang terkandung dalam Surat al-Humazah dan at-Takaatsur.
Pembelajaran kali ini akan membahas Surat al-Humazah dan at-Takaatsur yang didalamnya terkandung peringatan Allah SWT agar kita tidak tamak terhadap harta benda.

QS. Al-Humazah
Terjemahan
1.  Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
2.  Yang mengumpulkan harta dan menghitung-                hitung
3.  Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
4.  Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
5.  Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
6.   (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
7.  Yang (membakar) sampai ke hati.
8.  Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
9.  (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang

Penjelasan Ayat
  Asbabun nuzul surat al-Humazah ini berkenaan dengan seseorang yang bernama Ubay bin Khalaf, seorang tokoh kafir Quraisy yang kaya raya yang selalu mengejek kesederhanaan hidup Rasulullah SAW. dengan kekayaannya itu
  ayat pertama ini sebagai balasan terhadap ejekan-ejekan yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy terhadap diri Rasulullah SAW, maka Allah menyatakan bahwa orang yang suka mencela dan mengumpat akan celaka. Pada ayat ini Allah menggunakan lafadz Hammaz dan Lammaz. Terdapat perbedaan diantara dua lafadz tersebut.
  Hammaz adalah orang yang menghina dengan perkataan
   Lammaz adalah orang yang menghina dengan perbuatan. Jadi yang dimaksud dengan dua kata tersebut adalah orang yang menghina dan merendahkan manusia.
  ayat yang kedua masih ada kaitannya dengan ayat yang pertama. Orang-orang kafir Quraisy yang selalu mengejek kesederhanaan Rasullullah SAW. itu selalu mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Hartanya telah melalaikannya pada siang hari ini dan itu, dan jika malam tiba  ia tidur seakan-akan bangkai busuk. Mereka akan celaka karena hanya mementingkan kehidupan dunia.
  pada ayat ke 3  ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir menduga bahwa harta yang telah mereka kumpulkan itu akan dapat mengekalkan kesenangan dirinya di dunia. Mereka menganggap bahwa semua yang mereka inginkan dapat dibeli dengan harta. Bahkan  mereka beranggapan bahwa siksa neraka sebagai balasan bagi mereka akan dapat ditebus dengan hartanya.
  Atas dugaan mereka itu maka pada ayat yang ke 4  ini Allah mengingkari dengan firma-Nya ”  žxx.  ” ( sekali-kali tidak ). Maksudnya apa yang mereka duga itu sama sekali tidak benar. Kejadian yang sebenarnya tidaklah seperti apa yang mereka duga. Kekayaan yang mereka miliki tidak dapat mengekalkan dirinya dan tidak akan bermanfaat bagi mereka dihadapan Allah SWT. Bahkan pada ayat ini Allah menegaskan bahwa mereka benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Maksudnya mereka yang mengumpulkan harta serta menghitung-hitungnya akan dilemparkan ke dalam al-Huthamah ( salah satu nama dari nama-nama api neraka )
  Pada ayat 5-7 ini Allah menjelaskan sifat-sifat Al-Huthamah.
   Al-Huthamah ialah api yang dinyalakan untuk membakar mereka. Api itu akan membakar mereka hingga kehati-hati mereka dalam keadaan mereka hidup. Api neraka itu akan memakan segala sesuatu yang ada dalam tubuh mereka hingga mencapai hati. Keadaan seperti ini akan mereka rasakan secara terus menerus
  Ayat 8 dan 9 ini menjelaskan keadaan mereka di dalam al-Huthamah. Orang yang sudah masuk di dalamnya tidak mungkin akan dapat melarikan diri karena mereka diikat pada ting-tiang yang panjang dengan dileher mereka terdapat rantai-rantai. Selain itu mereka didalamya tertutup dengan rapat.
QS. At-Takaatsur
Terjemahan
  1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
  2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
  3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
  4. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
  5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
  6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahiim,
  7. Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin
  8. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Penjelasan Ayat
  Asbabun nuzul QS. at-Takaatsur ini berkenaan dengan peristiwa yang terjadi diantara dua suku anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani al Harits yang saling bermegah-megahan dan saling membangga-banggakan. Berkata salah seorang dari satu diantara dua suku itu,  ”Adakah diantara kalian yang seperti Fulan bin Fulan ”, dan berkata pula yang lain seperti itu. Mereka saling membanggakan pada orang yang masih hidup. Kemudian mereka berkata, ” Mari kita pergi ke kuburan ”  lalu seseorang dari suatu kelompok berkata, ”Adakah diantara kalian yang seperti Fulan bin Fulan ” lalu menunjukkan jarinya pada suatu kuburan. Kemudian yang lainnya melakukan seperti itu pula. Mereka menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannnya baik yang masih hidup maupun yang telah mati.
  pada ayat 1 dan 2 ini Allah SWT menegur kepada orang yang bermegah-megahan baik dalam hal harta maupun keluarga. Allah SWT menyatakan bahwa kecintaan kalian terhadap dunia dan kenikmatannya serta perhiasannya, telah menyibukan diri kalian hingga kalian melupakan akhirat dan lupa mempersiapkan untuk kehidupan akhirat. Keadaan kalian seperti ini berlangsung hingga kematian datang menjemput kalian dan kalian masuk ke dalam kubur untuk menjadi penghuni kubur.
  Pada ayat 3-5 ini Allah mengingatkan agar mereka tidak bermegah-megahan terhadap harta dan keluarga. Karena hal itu akan membuat lalai dalam mencari kehidupan akhirat, hingga masuk ke dalam kubur. Mereka akan mengetahui akibat dari perbuatan yang telah mereka lakukan ( bermegah-megahan dalam keduniaan ). Maksudnya, mereka akan menerima balasan sebagai akibat dari perbuatannya. Ayat ini merupakan peringatan dan ancaman bagi mereka.
  Ayat 6 dan 7 ini merupakan keterangan tentang yang dimaksud dengan  ancaman Allah SWT pada ayat-ayat sebelumnya. Mereka akan melihat langsung neraka jahim. Setiap dari mereka akan menyaksikan dan merasakan di neraka jahim. Allah mengancam para penghuni neraka bahwa jika api neraka itu dinyalakan sekali saja hingga terdengar nyala api, maka seluruh Malaikat dan para Nabi akan tunduk kepada Allah SWT. karena kedahsyatan api neraka itu.
  Pada ayat 8 ini Allah SWT mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa akan ditanyakan kepada mereka tentang kesyukurannya terhadap segala apa yang telah Allah berikan berupa kenikmatan baik dalam hal kesehatan, keamanan, rezeki dan lain-lain.
Keterkaitan isi kandungan  QS. al-Humazah dan at-Takaatsur
}  Keduanya menerangkan tentang orang yang bangga dan bermegah-megahan dengan kehidupan dunia hingga melupakan kehidupan akhirat.
}  Keduanya mengandung ancaman Allah terhadap orang yang bangga dan bermegah-megahan terhadap kehidupan dunia hingga melalikan kehidupan akhirat. Ancaman itu berupa neraka Huthamah dan neraka Jahiim.

Penerapan Kandungan  QS. al-Humazah dan at-Takaatsur Dalam Fenomena Kehidupan dan Akibatnya
¨  Tidak terlalu mencintai kehidupan dunia hingga melupakan kehidupan akhirat
¨  Tidak meremehkan dan menghina terhadap orang miskin
¨  Mensyukuri terhadap segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
¨  Menggunakan semua nikmat sesuai dengan petunjuk agama
¨  Tidak bahil/kikir terhadap harta yang dimilikinya
¨  Mengeluarkan sebagian rizkinya dengan bersedekah dan zakat jika telah memenuhi nisab dan haulnya


Ciri-ciri orang tamak ialah :
      Terlalu mencintai harta yang dimiliki
      Terlalu semangat memcari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi tubuh
      Terlalu hemat dalam membelanjakan harta
      Merasa berat untuk mengeluarkan harta demi kepentingan agama dan sosial
      Mendambakan kemewahan dunia
      Tidak memikirkan kehidupan alkhirat
      Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi.

Manfaat menerapkan nilai-nilai yang terkandung pada QS. al-Humazah dan at-Takaatsur dalam kehidupan sehari-hari :
1.       Terhindar dari sifat tamak terhadap harta.
2.       Dicintai oleh Allah dan sesama manusia
3.       Hidupnya akan tenteram karena merasa cukup terhadap rizki yang diberikan oleh Allah
4.       Nikmatnya akan selalu bertambah berkat bersyukur kepada Allah
5.       Memperoleh pahala dari Allah karena menjauhi larangan-Nya
6.       Selamat dari ancaman siksa api neraka.

UJI KOMPETENSI
1.       Jelaskan ciri-ciri orang yang tamak terhadap harta menurut QS. Al Humazah ayat 2-3!
2.       Bagaimana keadaan orang-orang yang berada didalam neraka huthamah menurut QS.Al Humazah ayat 8-9!
3.       Jelaskan isi kandungan QS. At Takatsur ayat 6-7!
4.       Berilah contoh orang yang tamak terhadap harta!
5.       Sebutkan 2 cara kita menghindari sifat tamak! 
Diambil dari buku tiga serangkai







1 komentar: